Friday, November 29, 2013

GAYA KEPEMIMPINAN


GAYA KEPEMIMPINAN

Gaya kepemimpinan dibagi menjadi beberapa macam :
1.       Otokratis, gaya ini kadang-kadang dikatakan kepemimpinan terpusat pada diri pemimpin atau gaya direktis.
Ciri-cirinya :
v  Secara sepihak termasuk apa, bagaimana, kapan dan bilamana berbagai tugas harus dikerjakan. Biasanya yang paling sering terjadi adalah sering memberi peritah
v  Keputusan selalu dibuat oleh pemimpin
v  Kebijakan selalu dibuat oleh pemimpin
v  Wewenang mutlak terpusat pada pemimpin
v  Komunikasi berlangsung satu arah dari pemimpin kepada bawahan
v  Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para bawahannya dilakukan secara ketat
v  Tidak ada kesempatan bawahan untuk memberi saran, pertimbangan pendapat
v  Lebih banyak kritik daripada pujian, menuntut prestasi dan kesetiaan yang sempurna dari bawahan tanpa syarat dan cenderung adanya paksaan, ancaman dan hukuman.
2.       Birokratis, gaya ini dapat dilukiskan dengan kalimat-kalimat memimpin berdasarkan peraturan yang ada.
Ciri-cirinya :
v  Pemimpin menentukan semua keputusan yang berhubungan dengan seluruh pekerjaan, dan memerintahkan semua bawahan untuk melaksanakannya.
v  Pemimpin menentukan semua standard, bagaimana bawahan melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar
v  Adanya sanksi yang jelas, jika seorang bawahan tidak menjalankan tugas sesuai dengan standard kinerja yang telah ditentukan.
3.       Demokratis, gaya ini adalah gaya pemimpin yang mengutamakan kebersamaan dan wewenang tidak sepenuhnya keputusan pemimpin itu sendiri tapi, keputusan bersama.
Ciri-cirinya :
v  Wewenang pemimpin tidak mutlaq
v  Pemimpin bersedia melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahannya.
v  Keputusan dan kebijakan dibuat bersama antara pemimpin dan juga bawahannya.
v  Kominakus : berlangsung secara timbal balik, baik yang terjadi antara pemimpin dan bawahan maupun sesama bawahan
v  Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para bawahan dilakukan secara wajar
v  Prokarsa dapat datang dari pimpinan maupun bawahan
v  Banyak kesempatan bagi bawahan untuk menyampaikan saran, pertimbangan atau pendapat, tugas-tugas kepada bawahan diberikan dengan lebih bersifat permintaan dari pada intruksi (perintah)
v  Pemimpin memperhatikan dalam bersikap dan bertindak, adanya saling percaya dan saling menghormati.

Saturday, November 16, 2013

NEGOSIASI

Negosiasi
            Negoisasi adalah proses penetapan keputusan secara bersama di mana pihak-pihak yang terlibat memiliki prioritas yang berbeda. Atau suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati dan diterima oleh dua pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang. Karakteristik utama negosiasi :
1.      Senantiasa melibatkan orang baik sebagai individual, perwakilan organisasi, sendiri atau dalam kelompok
2.      Memiliki ancaman terjadinya atau didalamnya mengandung konflik yang terjadi mulai dari awal sampai terjadi kesepakatan dalam akhir negosiasi
3.      Menggunakan cara-cara pertukaran sesuatu baik berupa tawar menawar (bargain) maupun (barter)
4.      Hampir selalu berbentuk tatap muka yang menggunakan bahasa lisan, gerak tubuh maupun ekspresi wajah
5.      Negosiasi biasanya menyangkut hal-hal di masa depan atau sesuatu yang belum terjadi dan kita inginkan terjadi
6.      Ujung dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang di ambil oleh kedua belah pihak. Meskipun kesepakatan itu sepakat atau tidak sepakat

*      Value daimers : memandang negosiasi sebagai proses pertikaian, cara yang digunakan adalah taktik yang menipulatif argumen yang memaksakan konsekuensi terbatas dan tawar-menawar yang susah.
*      Value creators :  mengutamakan proses yang akan menguntungkan kedua belah pihak. Cara yang digunakan dengan mengembangkan hubungan yang kolaboratif, mengutamakan penyesuaian kepentingan kedua belah pihak, bersikap ramah dan kooperatif.
Negosiasi dapat dilakukan apabila terjadi antara dua orang, dalam kelompok  dan antar kelompok.
*      Unsur-unsur negosiasi : ketergantungan dalam suatu tingkatan, antara pihak-pihak yang terlibat, ketidak sepakatan atau konflik (baik konflik nyata atau yang tersembunyi), interaksi yang oportumistik (setiap pihak punya keinginan untuk berusaha mempengaruhi orang lain) dan kesepatan.
*      Tujuan negosiasi : agresif adalah berusaha memperoleh keuntungan dari kerugian (damage) pihak lawan, kompotetif adalah berusaha memperoleh sesuatu yang lebih (getting more) dari pihak lawan, kooperatif adalah memperoleh kesepakatan yang saling menguntungkan (mutual gain), pemusatan diri yaitu memperoleh keuntungan tanpa memperhatikan penerimaan pihak lain, defensif yaitu memperoleh hasil dengan menghindari yang negatif dan kombinasi adalah gabungan dari beberapa hal.

A.     Strategi
Ø  Menetapkan tujuan yang lebih tinggi
Ø  Memisahkan antara orang lain dan masalah
Ø  Lebih difokuskan pada kepentingan bukan pada posisi
Ø  Memunculkan pilihan-pilihan yang menguntungkan kedua belah pihak
Ø  Menggunakan kriteria yang objektif

B.     Beberapa Aspek
Ø  Melibatkan dua pihak
Ø  Adanya keinginan yang hendak dicapai
Ø  Menciptakan pertemuan
Ø  Melibatkan tiga variable kunci : waktu = batasan waktu, kapan negosiasi itu dilangsungkan; informasi dan kekuasaan = resiko, pengetahuan dan informasi, waktu, kekuatan dan etika.

Sekian penjelasan dari saya

Sumber : Rifky Jamaluddin
Oleh : Firdausi Amalia

Friday, November 1, 2013

ORGANISASI

ORGANISASI
            Organisasi adalah tempat atau wadah bagi orang-orang yang memiliki tujuan yang sama. Dalam memimpin sebuah organisasi, seorang pemimpin harus memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan atau kelebihan di satu bidang. Sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas tertentu demi mencapai satu tujuan. Pemimpin disebut juga (LEADER)  yang artinya:                       
                                           L = Loyality berarti Dermawan
                                           E = Educate berarti Berpendidikan atau Mampu memimpin
                                           A= Advise berarti Menasehati
                                           D= Dicipline berarti Disiplin waktu
            Dan seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang adil, menjunjung tinggi kebenaran, menjadi pengayom, berpihak dan berorientasi pada kesejahteraan anggota yang di pimpin, bijaksana, jujur, dan lain-lain. Dalam sebuah organisasi tentunya ada struktur organisasi yang telah dibentuk dengan tujuan, agar posisi setiap anggota dapat di pertanggung jawabkan mengenai hak maupun kewajibannya. Struktur organisasi juga dibentuk agar suatu organisasi berjalan dengan rapi. Contoh struktur :

            Sebuah organisasi harus mempunyai visi dan misi. Visi adalah rangkaian kalimat yang menyampaikan tujuan, cita-cita atau impian sebuah organisasi yang ingin dicapai sedangkan misi adalah pernyataan yang harus dikerjakan untuk mencapai visi yang diinginkan. Dalam sebuah organisasi tentunya terdapat beberapa masalah yang timbul. Permasalahan umum yang sering terjadi dalam organisasi adalah “Komunikasi”. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Apakah kalian tahu solusinya?
            Solusi untuk mengikis masalah komunikasi dalam organisasi adalah sampaikanlah pesan anda dengan cara yang baik, gunakan seni bertanya dengan menggunakan pertanyaan terbuka, pastikan bahwa kita bisa menjadi pendengar yang baik.
            Dalam menghadapi masalah-masalah yang ada seorang pemimpin harus bisa mencari solusi dan keputusan yang menguntungkan semua anggota, tidak hanya untuk salah seorang anggota saja. Maka dari itu, untuk memecahkan sebuah masalah dibutuhkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Mufakat adalah hasil keputusan bersama yang disetujui oleh semua anggota.
Sekian penjelasan dari saya.

Sumber : Ustadzah Hajar Nurma Wakhidah

Oleh : Firdausi Amalia